Saat Semuanya Terlihat dan Terasa Buruk

 

T: “Kenapa kamu nangis Princess?”

A: “Karena saya kecewa sama keadaan, Tuhan”

T: “Kenapa kamu kecewa ?”

A: “Karena keadaan yg terlihat sekarang semuanya kacau, semua ga sesuai dengan yg diharapkan.” “Keluarga sedang ribut, pekerjaan bermasalah, relationship terpuruk, masa depan semua seperti ngga jelas, apapun yang dilakukan kayak mentok, semuanya hancur berantakan.”

T: “Benar, itu semua yg terlihat. Lalu, hal apa saat ini yang ngga terlihat?”

 

( berpikir )

 

A: “Ada tangan Tuhan.”

 

A: “Ada tangan Tuhan yg sedang bekerja yg ngga kelihatan”, “yang bekerja seperti di balik layar. ngga kelihatan.”

 

T: “Bener.”

“ada tangan Tuhan yang sedang bekerja yang ngga kelihatan oleh mata.”

T: “Belajarlah untuk fokus pada hal2 yg tidak terlihat oleh mata, yang adalah nyata. dan bukan pada hal2 yg terlihat oleh mata saja.” “Yg terlihat oleh kasat mata hanyalah sementara, namun yang sungguh nyata seringkali adalah yang tidak kamu lihat, kamu lupakan.”

 

 

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yg tidak kelihatan.

So we fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen, since what is seen is temporary, but what is unseen is eternal
(2 Cor 4:18, NIV)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s