Forgiveness 101

Forgiveness
Facil: Erick

How can I forgive when it hurts so much?

Ada 8 fakta secara psikologi:
Ga mgkn kita sebel sama org klo ga ada kejadiannya.

1. Para survivor menyangka bahwa saat dia tidak memaafkan dia sedang menghukum si pelaku
Realita: si pelaku sangat mungkin sudah tidak ingat lagi/tidak merasa pernah menyakiti.

2. Survivor merasa diri mereka egois krn itu ga mau memaafkan.
Realita: mana mgkn egois, kan bukannya memilih utk menyenangkan hati malah berulang kali menyakiti diri (suka menyakiti diri). Si pelaku cm menyakiti kita 1x, tapi kita berkali2 menyiksa diri dengan mengingat itu 
terus selama bertahun2

3. Merasa harus menunjukan kepada org bahwa ia disakiti
Realita : org2 menyadari bahwa si survivor menyetujui dirinya menjadi objek, korban, budak.
Klo kita krn sebel sama org liat dia aja jadi bete seharian, berkat Tuhan jadi lewat seharian.

4. Survivor menyangka bahwa dia sedang diuji sama Tuhan, jadi dia bertahan terus dalam kejadian itu.
Misal : emg kok gw sakit tapi kan Tuhan yg ijinin, gw berada di posisi ini kan emg seijin Tuhan.
Realita: klo memang itu ujian kita, Tuhan pasti kasi kemampuan utk lulus ujian tsb.

5. Survivor menyangka bahwa rasa sakitnya akan hilang dengan kesusahan dan kesengsaraan/kematian di pelaku.
Realita : ga akan selesai. Kdg2 orgnya uda mati juga rasa sakitnya tetep ada. Karena kita berhadapan dengan kejadiannya, bukan pelakunya. Pelaku itu uda menginternal di dalam dirinya.
Misalnya : ga mungkin dia berubah! Yg ada di otak kita si pelaku itu buruk pdhl realita bisa aja uda berubah.

6. Survivor menyangka 1 kejadian itu membuat hidupnya sial
Realita: padahal banyak hal yg baik didapat dr hal ini. Misal gara2 hal ini kita jadi dekat ama Tuhan.
Selama kita masi kepahitan kita ga akan bisa melihat sisi terangnya

7. Survivor merasa bagwa ia layak hidup susah, sengsara akibat sejarah dgn pelaku
Realita : Tuhan mau kita bahagia, terus naik dan bukannya turun

8. Survivor mengatakan ingin hidup bahagi
Realita : cara yg mereka lakukan malah mencerminkan bahwa mereka ga berbahagia. Seharusnya mereka mengambil rute yang berbeda.

Bahagia:
-Kemampuan Puas thd masa lalu (ga bisa diubah)
-Menikmati masa kini (kdg org ga bisa menikmati masa kini karena kakinya masi di masa lalu)
-Optimis menghadapi masa depan
Orang yg tidak pemaaf : ibarat sabetan clurit (steven hayes)

Misal : seperti seorg yg lagi nusuk kita di perut, tp kita pegangin terus tangan si pelaku. 
Seharusnya yg kita lakukan :
– lepas tangan si pelaku, lepas kejadian itu.
– lepas clurit dari dalam perut kita (semakin lama semakin sakit), keluarkan clurit itu dengan nanah2nya, butuh proses. Memaafkan adl sbuah proses.

Hanya org kuatlah yg bisa memaafkan. The weak can never forgive. Kuat di hati dan pikiran.

Kejadian awal mengapa kita bisa ngga memaafkan:
Stimulus
Misal bos banting laporan kita sambil ngomong kenceng. Sebenernya yg bermasalah adl : si bos, bukan karywan.

Reaksi eksternal : 
-warna
-rupa
-bentuk
-suara ; klo ngomong slow pasti ga tersinggung
-suhu
-dll

Semua ini masuk ke otak, lalu kita mikir sendiri dan persepsi yg bukan2 : bos pasti marah
Perasaan : klo perasaan kita negatif pasti mikirnya negatif.
Misal : org janjian ga dtg2.. Si A bisa mikir positif kyknya kebanjiran, kasian. Si B bisa mikir wah nih org pasti nipu.
Asumsi kitalah yg paling berperan, kita berperang di pikiran dengan asumsi2.
Solusi : tanya langsung klo ragu2. Truth will set u free.
Iblis mainnya di : pikiran
Klo kita ngga tau firman Tuhan, habislah kita ditipu.
Perasaan kita ngikutin pikiran kok.
Jadi yg paling penting adl pikiran. Berubahlah menurut pembaharuan budimu.
Klo pikiran kita negatif pasti perasaan dingin.
Ga perlu hati panas pikiran dingin, ubah aja langsung pikirannya jadi hatinya juga ga bakal panas, pasti dingin.

Hal yg sama akan berbeda responnya pada org yg berpikir positif dan negatif.
Semua yg kita lihat, kita dengar, kita tabur, itu yg akan nempel dalam pikiran kita, krn itu kata Tuhan pikirkanlah segala yg indah, sedap, baik
Pikiran : self talk, apa yg kita bicarakan dgn diri sendiri
Perasaan : sedih, marah
Jd apa itu pemaafan:

Saat terjadi hal yg menyakitkan, pilih mau jadi objek apa subjek.
Objek : hati kita ditentukan oleh apa yg org tabur, klo ditabur negatif, jadi numbuhnya negatif
Subjek : bisa berpikir bahwa si pelakulah yg ngga beres, padahal kita kaga. Jd ga terpengaruh ama dia.
Klo jadi objek –> emosi
3 sikap yg dilakukan klo emosi:
1. Pendem
2. Marah2
3. Pendem, lalu bales diem2
—> jadinya dendam. Ucapan dan tindakan kita dendam.
Klo jadi subjek–> freeze ga emosi, netral aja. Dan memilih untuk bersikap:
4. asertif Keluarkan : “bos aku merasa …… Karena kamu …… akibatnya saya jadi ………..”
Anak ke org tua “ma, sori ya aku ga suka kalo mama pelayanan terus”
Dan bukannya diem2 sedih.
Klo misal ga bisa asertif ke org yg bersangkutan, ungkapkan ke : Tuhan. Nanti pas timingnya bagus, baru ngomong ke yg bersangkutan.

Kecenderungan kita : merubah org, tp yg bisa ngubah org cm Tuhan.
Yg kita bisa lakukan hanya menjaga sukacita kita. Pada waktunya Tuhan akan membimbing kita kapan kita bersikap asertif mengatakan hal itu, tau berdoa, atau berdiam diri dulu.
Dont give others the power to control your emotion. Kita sendiri yg control emosi kita.
Memaafkan diri sendiri:

Keputusan yg terbaik dapat dilakukan apabila kita sudah tau 40-70% informasi.
Klo baru 30% informasi yg masuk, kecepetan utk ambil keputuan. Klo uda 100%, uda kelewatan.
Misal : andai gw tau klo dia itu jahat…
Lalu kita nyesel kenapa dulu gw begitu bodoh. 
Realita : ga adil kita ngejudge diri kita krn pas dulu kan kita ga tau informasi 100%. Rm 8:28
Misal : menyesal ambil salah jurusan krn omongan org tua. percaya kita pada saat ini ada sebagaimana ada dgn campur tangan Tuhan
Kita punya keterbatasan, kita ga peka denger suara Tuhan, wajar kita salah, lagipula kita ga bisa ngubah masa lalu. Jer 29:11
Klo kita terus menyeret masa lalu, kita maju ke depannya akan berat.

Proses memaafkan :
1. Membuka kemarahan anda
Berani ga balik ke kejadian itu? Ngerasain kembali yg kita rasakan, yg membuat kita sakit.
Cara cari :
Kejadian apa yg mentrigger kamu marah?
Kenapa kamu marah?
Kapan kamu marah?
5W+ 1H
Ga semua org mau membuka rasa sakit/kotak pandora. Klo hati kita sakit, akan terasa ke tubuh kita. Misal tiba2 pusing sekali, muncul asma dll.
Kita ga bisa bantu org yg denial. Tinggalin aja. Tuhan Yesus juga cuma ngetuk ngga maksa, jadi kita harus sambut.
Wise steps to a better life.

4 ciri klo kita uda mulai memaafkan :

1. mencoba memahami 
yoh 8:7-11
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:7-11 TB)
Memahami bahwa semua org berdosa, ga ada yg sempurna.
Mungkin aja saat ini org sedang berdoa bergumul mau mengampuni kita. Tuhan Yesus aja ga menghukum kita. Forgiveness krn cinta kasih

2. Berbelas kasih
Kita cuma bisa dendam atau kasihan. Pilihannya cuma 2, kasihan apa dendam. Misalnya : kasian dia melakukan hal itu krn dia ga kenal Tuhan

3. Menerima rasa sakit
Klo kita merasa dirugikan, kita makanya susah memaafkan. Rugi waktu, rugi uang. Kita ga mau memaafkan, karena kita merasa dirugikan dan ga mau menerima kerugian itu. Dan takut karena kejadian itu, masa depan kita ga secerah seharusnya.
Why 1:8
“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” (Wahyu 1:8 TB)
Kita baru hidup di dunia 30 th, sedangkan Tuhan adl alpha dan omega, pikiran kita ga sanggup memahami dia.
Abram menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.” Lagi kata Abram: “Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.” Tetapi datanglah firman Tuhan kepadanya, demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu.” 
Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. (Kejadian 15:2-6 TB)
Tuhan mengajak abraham melihat ke masa depan. Karena Tuhan tau masa depan beribu thn kemudian, sedangkan abraham hidup di masa itu aja. Tuhan seringkali berbicara sama kita dengan posisi Tuhan berada di masa depan (Dia uda bisa lihat hal2 yang tidak kita bisa lihat pada saat ini)
Past ——– present——–future
Namun seringkali kita terjebak di masa lalu
Kita akan bisa menyadari bahwa masa lalu ada di tangan Tuhan saat kita sudah berada di masa kini
Rm 8:28
yer 29:11 Tuhan berbicara karena Dia melihat masa depan. 
Kamu yakin ga kalau Allah turut bekerja dan menolong kamu?
Kalau kita percaya Allah, kita ga akan khawatir dengan sekarang.
Jadi respon kita bgmn?
Misal : 1 org diselamatkan, seisi rumah akan diselamatkan. Percaya ga kita ama Firman Tuhan? Tuhan berbicara dari masa depan.
Bgmn respon kita dari skrg sampai masa depan itu terwujud
Cemas timbul krn 2 hal:
– Yakin bahwa yg buruk akan terjadi
– dan percaya bahwa apabila hal itu terjadi kita ga sanggup menghadapi

4. Memberkati pelaku
Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. (Ibrani 12:15 TB)
Di mata org, memaafkan itu rugi. Tuhan Yesus mati di kayu salib aja org2 liatnya rugi.
Forgiveness does not change the past, tapi enlarge the future.
Forgiveness is not something we do for others. We do it for ourseles to get well and move forward.
Time is the best answer, forgoveness is still the best pain killer and God is still the best healer.
Klo kita ga memaafkan, hati dan pikiran kita akan begitu keruhnya sampai apa yg Tuhan katakan kita ga akan bisa kedengeran. Forgive, deal semua rasa sakit itu bersama Tuhan, supaya hati kita bening lagi dan bisa menerima semua dari Tuhan dengan hati yg baru lagi.

20130927-070335.jpg

20130927-070432.jpg

20130927-070612.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s